Showing posts with label Spritual. Show all posts
Showing posts with label Spritual. Show all posts

Monday, July 4, 2016

Selamat Idul Fitri 1437 H / 2016 M


Tuesday, December 8, 2009

Tiga Hari Istimewa


Dalam kehidupan seorang muslim, ada tiga hari penting yang seolah-olah ketiga hari itu adalah hari raya:

Pertama, hari dimana ia melaksanakan sholat-sholat wajib dengan berjamaah dan pada hari itu ia terhindar dari perbuatan maksiat. Allah SWT berfirman, "Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila Rasul menyeru kamu".(QS. Al-Anfal[8]: 24)

Kedua, hari dimana ia bertobat dari dosa, meninggalkan maksiat dan kembali ke jalan yang lurus. Allah SWT berfirman, "Kemuliaan Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya".(QS. At-Taubah[9]:118)

Ketiga, hari dimana ia mengakhiri hayatnya di dunia ini dengan husnul khotimah (penutupan yang baik), dimana ia sangat merindukan bertemu dengan Allah dengan berbekalkan amal saleh yang banyak. Rasulullah saw bersabda "Barang siapa yang ingin bertemu dengan Allah, maka Allah pun sangat ingin bertemu dengannya".

Di sadur dari buku La Tahzan (karangan Dr.A'id Abdullah al-Qarni}

Thursday, October 29, 2009

Waspadai Fatamorgana Dunia


penulis : Aa Gym

"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah." (QS. Luqman [31]: 33)

Kehidupan dunia hanya kesenangan sementara, namun banyak yang tidak selamat pada jebakan itu. Nafsu menjadi pengendali hidupnya, hingga tidak pernah ada kepuasan atas apa yang dimiliki. Semua selalu kurang dalam pandangannya.

Mengapa hanya karena untuk memenuhi kebutuhan dunia, manusia rela mengorbankan waktu, tenaga, fikiran? Seolah-olah dunia adalah segalanya? Penyebabnya karena dunia dianggap penting! Semakin orang menganggap penting suatu perkara, maka semakin besar pula pengorbanan untuk mencapai hal tersebut. Demikian pula dengan kehidupan duniawi, hingga ibadah pun biasa saja, sekadar luput dari kewajiban.

Sebagai contoh, banyak orang menunda panggilan muadzin untuk bersegera melakukan shalat, hanya karena rapat belum selesai. Itu terjadi karena rapat dianggap lebih penting daripada shalat. Betapa sombongnya kita seolah-olah kehidupan ditentukan oleh kita lewat rapat tersebut.
Seolah-olah tahu yang akan terjadi, dan semuanya tergantung pada
ikhtiar kita. Padahal, segala sesuatu itu terjadi mutlak kehendak Allah
yang Maha Menentukan.

Banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada ikhtiar, ilmu, tenaga dan kecerdasannya, lupa kepada sang Maha Pemberi Segalanya. Kejayaan
dunia, harta dan tahta menjadi tolak ukur kemuliaan dalam hidup.
Hatinya telah tertutup dengan silaunya dunia, sebagaimana firman Allah
SWT dalam surah al-baqarah [2]: 212): "Kehidupan dunia dijadikan
indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina
orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih
mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada
orang-orang yang dikehendaki- Nya tanpa batas."

Cukuplah Allah segala-galanya bagi kita, Ia Maha Tahu yang terbaik bagi kita. Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Kasih dan Sayang. Insya Allah, bagaimanapun banyaknya masalah yang dihadapi namun bagi orang yang hatinya sudah mantap kepada Allah, tidak ada gentar ataupun takut. Allah telah memberikan ketenangan hati padanya dan solusi dari jalan yang tidak disangka-sangka serta dibukakan hikmah dari setiap kejadian. Semoga kita selalu mendekatkan diri kepada-Nya dan menjadi pecinta Allah sejati.

------------ ---sumber: cyberMQ.com


Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

Demi Masa,
Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan
Serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran

 

Sampaikanlah kebajikan dan kebenaran, meskipun satu ayat….

Saturday, September 12, 2009

Alam Semesta Terlalu Misterius untuk Intelegensi Manusia








Dalam suatu pertemuan tokoh pemikir sedunia, penulis buku 'Gen yang egois' (terjemahan) yakni Profesor Richard Dawkins dari Universitas Oxford mengatakan bahwa alam semesta benar-benar sangat misterius, mungkin bukan inteligensi manusia yang dapat memahaminya.

Menurutnya, kita hanya hidup di tengah "realita" yang diciptakan manusia. Dawkins menuturkan, realita ini adalah "Middle World", untuk membedakan ruang lingkup alam semesta yang tidak dapat dijangkau manusia.

Menurut Dawkins, demi memahami dunia kehidupan kita yang rumit ini, orang-orang menciptakan sebuah realita individunya. Biar bagaimanapun cerdasnya, manusia tidak mungkin dapat sepenuhnya memahami alam semesta ini.
Dawkins membahas beberapa pengetahuan filsafatnya terhadap alam semesta. Menurutnya, kehidupan yang tidak sama hidup di tengah realita yang berbeda. Sedang middle world hanya sebatas dalam satu lingkup spektrum gelombang elektromagnet yang kecil sempit yang bisa kita ketahui.

Dawkins mengatakan, Middle World hanya setitik realita yang sempit, sebuah realita yang kita anggap normal, sedang bagi kita, ruang lingkup alam semesta yang maha kecil dan luas itu sangat tidak habis dipahami.

Menurut Dawkins, otak besar kita membuat kita dapat hidup dalam ruang tempat kehidupan kita. Ia mengambil contoh : kita anggap batu itu adalah benda padat. Namun, kenyataannya batu ini terbentuk dari ruang antar atom, dan sebagian besar tak berisi alias hampa. Namun, dalam ruang kita, atom tidak mungkin dapat dilihat.

Oleh karena itu, otak kita lantas beranggapan bahwa batu adalah benda padat. Menurutnya ini hanyalah cara pemahaman yang digunakan otak bagi kehidupan kita di Middle World.

Dawkins memprediksikan, dengan pertimbangan bahwa alam semesta itu begitu maha luas, namun, kita hidup di dalam ruang lingkup yang demikan sempit, jadi, kita bukan merupakan bentuk kehidupan satu-satunya di alam semesta.

Pandangan ukuran ruang yang dibicarakan Dawkins tidak sama dengan pandangan ukuran yang biasa kita bahas. Menurut logika ini, bentuk kehidupan lain mungkin tidak hanya eksis di galaksi lainnya yang jaraknya membutuhkan bertahun-tahun cahaya dari kita, sebab tidak peduli berapa jauh, seluruhnya tetap berada dalam satu ukuran ruang yang sama dengan kita.

Dan secara ukuran yang lebih besar atau kecil juga sama kemungkinan terdapat kehidupan, mungkin suatu hari nanti akan ditemukan, bahwa di elektron yang kecil terdapat sebuah dunia yang sama makmurnya dengan bumi kita.

Terbetik kabar bahwa pertemuan pemikir sedunia kali ini telah menghimpun sejumlah besar pemikir dalam bidang teknologi, hiburan dan desain. (Secret China)

Wednesday, September 9, 2009

Taqwa, Tangga Pencapaian Akhir Puasa


Percikan Nasehat Syekh al-Akbar di bulan Ramadhan


Ramadhan merupakan bulan suci yang menyucikan, meluruhkan berbagai kekotoran jasad dan jiwa. Sejuta keutamaannya membuat orang merasa rugi jika menyia-nyiakan keberadaannya.


Ramadhan dengan berbagai kelebihannya menjadi berharga karena 'perintah'. Berpuasa menjadi tidak bernilai jika di satu sisi kita 'mengejar' keutamaan Ramadhan, namun di sisi lain kita meninggalkan aturan yang telah ditetapkan-Nya.

Seringkali terjadi jika seseorang berpergian jauh (musafir) atau sakit, ia merasa kurang enak (sreg) jika berbuka. Atau merasa kurang afdhal (utama) jika berbuka. Atau merasa berat jika ia mesti membayarnya di lain waktu. Ia merasa rugi jika 'kehilangan' puasa ramadhan-nya, tapi ia tidak merasakan kasih sayang Allah telah lenyap dari jiwanya. Ia lebih mengutamakan karunia ramadhan daripada yang menciptakan ramadhan (Allah SwT).


Ramadhan mesti diisi dengan ketundukan dan ketaatan, dan tidak mesti dengan puasa. Apalah arti puasa yang tidak menyambut sifat Rahim Allah kepadanya dengan meninggalkan rukhshah (keringanan) yang Allah berikan kepadanya.

Allah SwT berfirman:

'Allah menghendaki kemudahan untukmu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu'. (Q.S. Al-Baqarah: 185)

Rasulullah Saw bersabda:

خِيَارُ أُمَّتِيْ الَّذِيْنَ إِذَا سَافَرُوْا أَفْطَرُوْا وَقَصَرُوْا
"Sebaik-baik umatku adalah apabila pergi jauh (musafir) dia berbuka puasa dan shalat Qashar". (HR. Thabrani)

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَنْ يُّؤْخَذَ بِرُخْصِهِ كَمَا يُحِبُّ أَنْ يُّؤْخَذَ بِعَزَائِمِهِ إِنَّ اللهَ بَعَثَنِيْ بِالْحَنِيْفِيَّةِ السَّمْحَةِ دِيْنِ إِبْرَاهِيْمَ
"Sesungguhnya Allah mencintai jika kemurahan-kemurahan-Nya diambil sebagaimana Dia mencintai jika fardhu-fardhu-Nya dikerjakan. Sesungguhnya Allah mengutusku untuk menyampaikan agama yang lurus lagi mudah, yakni agama Ibrahim As". (HR. Ibnu 'Asakir)

أَدُّوا الْعَزَائِمَ وَاقْبَلُ الرُّخْصَةَ وَدَعَوُا النَّاسَ فَقَدْ كُفِيْتُمُوْهُمْ
"Kerjakanlah yang fardhu, terimalah keringanan (kemurahan-Nya), biarkanlah orang-orang, maka sungguh kamu dipelihara dari gangguan mereka". (HR. Al-Khathib)


Tujuan puasa adalah meraih nilai-nilai ketaqwaan, bukan semata-mata mencari-cari keutamaan Ramadhan dengan meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Bukanlah dengan adanya ramadhan kita membabi buta menggapai gelimang cahayanya, tapi kita tinggalkan esensi kehambaan kita kepada Allah.


Apabila kewajiban suami istri mesti ditinggalkan dengan alasan mengejar keutamaan Ramadhan, berarti ia belum mengerti nilai ketakwaan sesungguhnya. Misalnya, seorang istri yang menolak ajakan suaminya di bulan Ramadhan karena alasan ingin mengkhatamkan Al-Quran adalah adalah sikap yang amat keliru.

Universitas Ramadhan adalah pelatihan individu dan sosial menuju martabat ketakwaan, yakni membentuk SDM yang bersikap Sami'na wa Atho'na, turut perintah dengan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarangnya. Jika Ramadhan ini tidak membentuk sikap ketaqwaan, maka gagallah usaha dan jerih payah perjuangan ramadhan yang dilakukannya.


Konsep ketaqwaan sebagai halte terakhir ramadhan bukanlah hanya dilakukan dalam 1 bulan, namun perjalanannya berkelanjutan. Konsep ketaqwaan adalah konsep harian bukanlah bulan ramadhan saja. Firman Allah SwT: 'Ayyaamam ma'duudaat', pada hari-hari yang ditentukan (bukan bulan-bulan yang ditentukan).


Buah ramadhan adalah kesabaran. Namun kesabaran itu tidak bernilai jika tidak didasari nilai ketaqwaan. Banyak umat lain selain Islam menyodorkan doktrin kesabaran, namun kesabarannya tiada arti di sisi Allah karena tidak didasari sikap 'turut perintah' terhadap konsep keselamatan.


Rasa lapar juga merupakan bagian penderitaan para Nabi dan Shalihin terdahulu yang manfaatnya teramat besar bagi madrasah pembenahan jiwa. Namun keadaan lapar itu juga tidak bearti di sisi Allah jika tidak berpijak pada sikap 'turut perintah'. Sikap ini menjadi acuan semua ibadah kepada Allah.

Karena sikap turut perintah-lah yang menyebabkan kita menghadap ke kiblat setiap hari. Sikap inilah yang menyebabkan kita mau mencium hajar aswad, mengelilingi bangunan batu (Ka'bah), berlari-lari (Sa'i), melaparkan diri (berpuasa), dan sebagainya.


Saat seseorang kembali ke fitrah (titik nol), dikhawatirkan ia akan kembali lagi ke koordninat minus jiwa karena ia belum mengenal nilai-nilai ketaqwaan, yakni turut perintah. Jika kita mampu berbuat di bulan Ramadhan, mengapa di bulan lainnya tidak?

"Betapa banyak orang yang berpuasa yang tidak maraih apa-apa melainkan rasa lapar dan dahaga", Nabi Saw mengingatkan. Karena ia tidak mampu mempersembahkan nilai ketaqwaan sesudah fitrahnya

Sunday, September 6, 2009

Taman Kedamaian Indah Menawan


by: gedeprama

Di suatu waktu, ada tikus serakah yang menjumpai penyihir. Terganggu oleh ulah kucing, ia minta dirinya diubah jadi kucing. Baru sehari jadi kucing, ia sudah tidak puas, memohon pada penyihir biar dirubah jadi anjing karena terganggu oleh anjing. Sehari kemudian karena dikejar serigala, ia minta berubah lagi serigala. Satu hari berikutnya karena serigala ini dikejar harimau, ia minta disihir biar jadi harimau. Ketika menjadi harimau, keserakahannya memuncak, ia mau memakan penyihir agar hidupnya tidak berubah-ubah lagi. Dan marahlah penyihir, dikembalikanlah tikus ini menjadi tikus kembali.
Kalau boleh jujur, nasib banyak manusia serupa tikus tadi. Keserakahan membuat hidup manusia berkejaran, berkejaran dan berkejaran. Selalu mengira rumah ada di depan. Ketika sekolah dasar mengira sekolah menengah pertama enak. Tatkala sekolah menengah pertama menduga sekolah menengah atas yang indah. Di bangku kuliah menghayal dunia kerja yang menawan. Sesudah kerja dan banyak stres berfantasi pensiunlah istirahat sebenarnya. Setelah pensiun kehilangan rasa hormat orang, penghasilan berkurang, sakit-sakitan.
Sehingga menimbulkan pertanyaan, di mana rumah kedamaian  yang sesungguhnya? Setelah dikejar-kejar demikian banyak orang, dicari-cari melalui segudang materi, digali-gali melalui banyak buku suci, tetap saja manusia berkejaran, berkejaran dan berkejaran.
Doggy mind, lion mind

Di negara-negara Barat umumnya, banyak orang menyukai memelihara anjing. Tidak saja menjadi penjaga, anjing juga menjadi sahabat. Permainan yang kerap dilakukan bersama anjing adalah melemparkan plastik dicat mirip tulang berisi daging. Kemana pun daging palsu ini dilempar, ke sanalah anjing mengejarnya.
Serupa dengan anjing yang mengejar daging palsu, kehidupan sebagian manusia juga berlarian ke sana ke mari mengejar kepalsuan. Uang bukan, jabatan bukan, rumah bukan, mobil bukan. Tiba-tiba sudah tua dan sakit-sakitan. Dalam meditasi, orang-orang seperti ini akan berputar-putar ke sana ke mari dibawa pikirannya. Tambah keras ia berusaha, tambah keras putaran pikirannya. Ini yang disebut doggy mind.
Berbeda dengan anjing, singa secara mudah bisa membedakan daging palsu dengan daging asli. Tidak saja tidak lari ke sana ke mari, namun dengan tenang ia menatap semuanya tanpa ketakutan. Itu sebabnya singa kerap digunakan simbol pencerahan karena diam tenang tidak menakuti apa-apa. Termasuk tidak menakuti kematian.
Hal yang sama juga terjadi dengan orang-orang yang perjalanan latihannya sudah jauh. Para master badannya memang menua, tatkala putaran waktunya sakit ia pun sakit, bila saatnya tiba untuk meninggal ia juga meninggal. Bedanya yang mengagumkan, para master menjalani semuanya dengan ketenangan sempurna. Makanya banyak guru menegaskan, hasil latihan adalah boundless capacity to suffer. Kemampuan untuk menderita secara tidak terbatas. Ini yang kerap disebut lion mind.
Rumah yang sesungguhnya
Sharon Salzberg pernah mengumpulkan pengalaman-pengalaman guru meditasi yang perjalanan latihannya sudah jauh. Dari Joseph Goldstein, Jack Kornfield, Larry Rosenberg yang terkenal, Kamala Masters yang ibu rumah tangga biasa, Bhante Gunaratana yang sudah berpraktek lebih dari lima puluh tahun, sampai dengan Ajahn Sumedo yang guru. Dalam karya indah berjudul Voices of insight, terlihat jelas bagaimana orang-orang berlatih itu  hidupnya berbeda: tenang, damai, tenteram, bebas!
Ada yang ditarik oleh meditasi karena ingin berjumpa diri sesungguhnya, ada karena dihempaskan kehidupan lewat godaan dan cobaan, ada juga bermeditasi karena mendalami kehidupan suci. Namun apa pun latar belakangnya, tetap diperlukan kesabaran dan ketekunan untuk senantiasa berlatih, berlatih dan berlatih. Bedanya dengan orang kebanyakan yang dibuat amat sibuk oleh seluruh keriuhan kehidupan luar (dengarkan radio, nonton televisi, berdebat), penekun-penekun meditasi memusatkan seluruh perhatiannya pada semesta di dalam diri.
Perhatikan hasil perenungan dalam dan mengagumkan mistikus sufi abad tiga belas bernama Jalaludin Rumi dalam salah satu maha karyanya berjudul The guest house. Hidup ini serupa dengan rumah penginapan. Setiap hari ada saja yang datang silih berganti. Kebahagiaan, kesedihan, pujian, cacian. Belajarlah tersenyum ramah pada semuanya. Bahkan pada petaka, bencana, kematian sekali pun. Sebab semuanya menghadirkan bimbingan-bimbingan sekaligus tuntunan-tuntunan. Semuanya menggoreskan makna.
Tidak kebayang indah dan bebasnya kehidupan ala Jalaludin Rumi. Sekaligus memberikan bayangan, inilah rumah kedamaian yang sesungguhnya, rumah untuk semua. Bagi manusia kebanyakan, senyuman baru hadir ketika tamu kehidupan adalah kebahagiaan, pujian. Dan penolakan, kemarahan bahkan penghakiman mudah sekali muncul tatkala tamunya adalah kesedihan, rasa sakit, makian.
Itu sebabnya praktisi-praktisi meditasi yang sudah berjalan teramat jauh, berfokus hanya pada satu hal: the unbroken continuity of mindfulness. Apa pun yang terjadi, semuanya dilihat dengan penuh kesadaran. Sebagaimana Rumi, punya uang senyum, punya hutang senyum, dibilang baik senyum, disebut munafik senyum.
Seorang cucu bertanya ke neneknya ketika kesedihan membuat keyakinannya akan Tuhan jadi mengendur. Dengan lembut nenek penyabar sekaligus bijaksana ini bertanya: di buku suci mana ditulis kalau Tuhan hanya hadir dalam kebahagiaan? Dalam khotbah Buddha yang mana disebutkan kalau penderitaan hanyalah sampah yang layak dibuang?
Cerita nenek ini serupa dengan pengalaman mistikus sufi Hazrat Hinayat Khan. Suatu hari Khan menjumpai Kekasih Yang Maha Mencintai. Dengan bersujud pencinta ini berbisik: 'Engkau yang mengirim musibah buat orang jahat, Engkau juga yang memberi berkah pada orang baik'. Dalam senyum lembut dikulum Kekasih ini menjawab: 'bukan, sekali lagi bukan, orang jahat mengundang musibahnya sendiri, orang baik menarik berkahnya sendiri'.
Belajar dari respon indah Kekasih yang pernah dijumpai Khan, rumah kedamaian sesungguhnya adalah tempat di mana semuanya diterima dengan senyuman. Semuanya sudah ada hukumnya, sesederhana menyentuh air kemudian basah, menyentuh api kemudian terbakar. Tatkala semuanya bermandikan senyuman, kesadaran  kemudian membimbing manusia menjumpai taman kedamaian indah menawan. Bukannya serba membahagiakan, namun serba senyuman.
Di taman kedamaian ini,  setiap pagi manusia bergumam tenang, ada 24 jam yang segar menunggu untuk diisi dengan senyuman, karena senyuman membantu kita memasuki hari dengan kelembutan, dengan pengertian.

Wednesday, August 19, 2009

Orang Bodoh VS Orang Pintar


By Mario Teguh
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis...
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.

Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.
Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi staf-nya orang bodoh.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar ' meratap-ratap ' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).

Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN :
Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??

KESIMPULAN :
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah ' resiko ' dan ' berusaha ' , karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh...
Diamanakah posisi anda saat ini...
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang...
Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.

Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya, Lalu perhatikan apa yang terjadi...
Stay Super.....
Salam,
Mario Teguh...

Friday, July 10, 2009

Marhaban Ya Ramadhan


Beberapa hari lagi bulan puasa akan tiba. Setiap umat muslim di dunia bersuka cita menyambut datangnya bulan ramadhan. Dimana di dalam bulan ini semua amal ibadah dilipat gandakan. Tidak terkecuali di dalam keluarga saya juga bergembira menyambut bulan ramadhan tahun ini. Pada tahun ini awal ramadhan jatuh pada hari senin 1 September 2008. di hari Minggu pagi saya dan istri biasa pergi ke pasar tradisional di perumahan Alfa Indah, kami biasanya belanja untuk keperluan 1 minggu, sehingga kami belanja agak banyak.

Minggu pagi ini suasana pasar agak ramai dan padat orang yang berbelanja mungkin karena besok merupakan awal puasa, dimana biasanya ibu-ibu memasak agak istimewa dibandingkan pada hari biasanya. Istriku berbelanja bermacam-macam kebutuhan, seperti daging, ayam, tahu, tempe, sayur mayur dan kebutuhan dapur lainnya. Tetapi masyaallah setiap berbelanja di setiap kios istri menggerutu karena harga-harga telah naik tidak kira-kira, daging sapi yang biasanya 1 kg Rp.55.000,-, sekarang menjadi Rp.70.000/kg.

Setelah dirasa cukup untuk kebutuhan selama 1 minggu, kamipun pulang, tidak lupa istri membelikan oleh-oleh bubur ketan hitam dan pecel sayuran untuk anak-anak di rumah. Sekitar 20 menit perjalanan kamipun sampai dirumah kembali. Anak-anak telah menunggu, belum mandi, tetapi sudah pada sholat shubuh, "kok belum mandi sudah siang begini" kata saya kepada anak-anak. "Khan sekarang hari Minggu ayah!, enggak pergi ke sekolah jadi boleh dong mandinya agak siangan", mereka kompak menjawab. Saya tersenyum mendengar jawaban anak-anak, sambil membantu membawa barang belanjaan ke dapur. Istriku menyiapkan saarapan pagi, dengan pecel sayuran yang tadi dibeli dan lauk-pauk sisa semalam yang telah di hangatkan. Kami sekeluarga sarapan, sambil makan istriku berkata bahwa besok kita sudah mulai puasa, hari ini sarapan terakhir kita, nanti malam kita melakukan sahur untuk berpuasa esok paginya. Anak-anak antusias mendengarnya, mereka berebutan berbicara, "ayah…ayah…nanti malam saya di bangunin ya untuk sahur", mereka serentak berbicara.

Setelah melakukan sholat Tarawih kami ke tempat tidur masing-masing, istri berkata kepada anak-anak,"ayo jangan tidur malam-malam nanti susah di bangunin untuk sahur".
Malam itupun kami tidur dengan nyenyak untuk persiapan sahur dan melakukan ibadah puasa esok harinya.

Marhaban ya…Ramadhan, kami sekeluarga menyambutmu dengan Suka Cita.